Friday, March 11, 2011

Anak-Anak Dan Mukabuku (Facebook)





Sudah beberapa minggu ummi dalam keadaan batuk, sakit tekak dan selsema, ke klinik sudah, ubat batuk pun dah tiga botol habis, tetapi penyakit tak juga pergi.  Mungkin di usia tua ini, daya tahan penyakit dah semakin menurun, mungkin juga untuk mengkifarahkan dosa-dosa ummi.  


Sabda Rasulullah s.a.w., "Jangan kamu mencaci demam sesungguhnya ia menghapuskan kesalahan anak Adam sebagaimana mesin penghembus api menghapuskan karat-karat besi." 


Bila teringat hadis ini, kenalah bersabar, teringat seorang sahabat Rasulullah s.a.w. yang senantiasa dalam keadaan demam sehingga kematian menjemputnya.  Sungguh tinggi kesabarannya, semoga ummi sekuat itu.


Doktor menasihatkan ummi kurang menggunakan suara tapi bagaimana nak mengajar tanpa suara, nak ambil cuti memang susah, nanti kelas lintang pukang jadinya. Jadi terpaksalah mengajar juga, tapi semalam ummi rasa malas sangat nak mengajar, ummi pergi kelas duduk berbual dengan anak-anak yang usianya antara 10 tahun hingga 12 tahun.  Perbualan kami berkisar tentang facebook, ada murid yang bertanya, "ummi ada facebook tak?"  Banyak persoalan tentang facebook dapat ummi bincangkan bersama mereka.  Mungkin ini hikmahnya sakit tekak ummi.


Inilah beberapa persoalan yang diajukan oleh anak-anak yang usianya sekitar 10 - 12 tahun, murid lelaki bertanya hukum add perempuan2 cantik, hukum melihat gambar perempuan yang tidak menutup aurat, hukum melihat gambar perempuan cantik tapi bertudung dan seorang murid lelaki usianya baru nak menghampiri 10 tahun bertanya hukum melihat video panas.  Anak-anak perempuan pula bercerita; umur saya 10 tahun tapi kat fb saya letak 16 tahun, boleh tak letak gambar seksi kat fb, boleh menyamar kat fb tak?                                                                            


Aduhai anak-anak ummi, usia baru setahun jagung sudah pandai berfb, sudah pandai mengurat perempuan di fb, sudah tahu tentang video panas, sudah pandai berpakaian seksi untuk mendapat perhatian.  Wahai anak-anak, engkau masih kecil tak kenal dosa dan pahala, kasihan sungguh kalian tak diajar untuk mengenal kebaikan dan keburukkan dan paling menyedihkan kalian tak diajar mengenal tuhan, Rabb Yang Satu, Yang Maha Melihat   setiap perbuatan hamba-hambaNya


Sabda Rasulullah s.a.w.; "Setiap anak dilahirkan dalam putih bersih, terpulang kepada ibubapa untuk meyahudikannya atau menasranikannya atau memajusikannya" (Hadis Riwayat Bokhari)  


Hati ummi tertanya adakah kita sedang meyahudikan si cilik muslim melalui facebook???  Di facebook, tiada pengawasan ibubapa, tiada ustaz, ustazah yang membimbing, tiada che gu yang mengenakan tindakan disiplin, yang ada hanya sebuah kebebasan tanpa sempadan dan si cilik muslim masih belum petah untuk menilai, hanya terikut-ikut dengan budaya asing.  


Firman Allah s.w.t. dalam Surah Al-Baqarah ayat 120
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” 


Jika direnungkan ayat ini, rasa takut pula kerana facebook itu milik Yahudi, takut Allah tidak akan lagi menjadi pelindung dan penolong kita.  Takut jika keadaan ini dibiarkan berleluasa dan berterusan apa akan jadi pada si cilik muslim.  Sesungguhnya mereka, Yahudi dan Nasrani memang amat menginginkan kita (umat Islam) mengikut jejak langkah mereka dan anak-anak Muslim pula memang amat mudah terpengaruh


Sabda Rasulullah s.a.w.;
Daripada Abu Sa’id Al-Khudri r.a berkata: Bahawasanya Rasulullah saw. bersabda “Kamu akan mengikuti jejak langkah umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lubang biawak pun akan kamu mengikuti mereka”. Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nashrani yang kau maksudkan?” Nabi saw. menjawab,  “Siapa lagi kalau bukan mereka”. (H.R. Muslim)


Entahlah tak berani nak menghukum fb ni haram, tetapi apabila melihat ketagihan masyarakat kini dan kesannya kepada anak-anak muslim, ianya amat mengusarkan. Nilai takut dan takwa kepada Allah tiada dalam fb, perasaan bahawa Allah senantiasa melihat setiap perbuatan jauh melayang sama sekali. Kalau takut dan takwa kepada Allah telah tiada, apakah kualiti umat ini?  Bersamalah kita fikirkan dan renungkan.


Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir r.a. dia berkata: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “  (Hadis Riwayat Bokhari dan Muslim)


-




ummi - 11 March 2011









No comments:

Post a Comment